Laskar Pelangi

 
Year Released

2008

Genre

Drama

Moral Lesson
  • Kegigihan
  • Kemiskinan bukan penghalang untuk meraih mimpi
  • Saling menghargai etnis & agama apapun

Beberapa pelajaran bisa kamu ambil dari pergulatan kesepuluh tokoh Laskar Pelangi termasuk peran guru dan kepala sekolahnya.

Pertama, film ini menunjukkan bagaimana perjuangan tanpa henti dengan semangat tinggi untuk maju ditunjukkan oleh anak-anak kampung. Lintang, tokoh utama dalam film ini, misalnya harus berjuang mengayuh sepeda sejauh 80 kilometer untuk pergi dan pulang dari sekolah. Meskipun jauh, dia sabar menjalaninya dan bahkan berhasil menjadi seorang murid yang unggul dan berprestasi.

Dengan kecerdasan dan kegigihannya belajar, Lintang berhasil menjadi juara di kelasnya dan menjadi terkenal setelah berhasil membawa sekolah miskin itu menjadi juara cerdas cermat mengalahkan sekolah elit yang lengkap fasilitasnya. Perjuangan Lintang mengayuh sepeda ke sekolah dengan berbagai rintangannya dan juga situasi dramatis bagaimana perlombaan cerdas cermat ditunjukkan dengan mengagumkan dalam film ini yang membuat penonton larut terbawa emosi haru, tegang dan gembira ketika menyaksikannya.

Kedua, film ini menunjukkan bagaimana kesetiaan, pengabdian dan integritas seorang guru terhadap profesinya. Hal ini bisa dilihat dari pengorbanan Ibu Muslimah yang dengan gigih penuh pengorbanan mendidik para Laskar Pelangi untuk menjadi murid yang pintar dan berhasil meskipun berada dalam segala keterbatasan seperti bangunan sekolah yang sederhana dan gaji yang kecil. Peran yang ditunjukkan Ibu Muslimah ini bisa menginspirasi para guru lainnya untuk berjuang mempersiapkan masa depan sumber daya manusia yang lebih unggul.

Ketiga, film ini mengajarkan bagaimana perlunya saling menghargai sesama warga bangsa Indonesia yang multikultural. Hal ini bisa dilihat bagaimana sekolah Islam (SD Muhammadiyah) mau menerima A Kiong seorang beretnis Tionghoa dan berlatar belakang Konghucu untuk bersekolah di SD tersebut. Pertemanan akrab diantara para Laskar Pelangi tanpa memandang etnis dan agama ditunjukkan dalam film ini.

Penonton seolah diajarkan bagaimana seharusnya masyarakat Indonesia yang multikulturalis bisa hidup saling berdampingan dan bersama-sama bisa maju seperti persahabatan para Laskar Pelangi.

Keempat, film ini juga menunjukkan bahwa kemiskinan bukan halangan untuk maju. Sangat jelas bahwa pesan utama dari film ini adalah untuk menunjukkan bahwa kemiskinan seperti terlihat dari latar belakang ekonomi keluarga anak-anak Laskar Pelangi, bukanlah halangan bagi anak-anak itu untuk menggapai cita-cita setinggi langit. Artinya, meskipun hidup dalam kemiskinan, seorang anak sekolah harus mempunyai mimpi menggapai cita-cita yang luhur.

Pesan ini juga terlihat jelas dalam permulaan syair soundtrack film ini yang dinyanyikan oleh group band Nidji sebagai berikut:

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya

Pesan moral lainnya tentu masih banyak yang bisa diambil dari film Laskar Pelang ini tergantung dari sisi mana penonton melihatnya.

 

"Bermimpilah setingi-tinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang."

Tags :  

Komentar